Seangle Innovation Lab

Est. 2017

Our Three Main Principles

Sosial

Seangle percaya tidak ada "satu" solusi absolut terhadap permasalahan di masyarakat. Permasalahan lingkungan berakar pada aspek sosial yang kompleks, sehingga solusi dengan pendekatan dari berbagai aspek diperlukan.

Inovatif

Seangle bukan merupakan suatu organisasi yang bersifat planning-based approach melainkan suatu laboratorium sosial yang terbuka terhadap ide dan inovasi.

Eksperimental

Seangle berbasis pada prinsip eksperimental dimana terbuka terhadap hal-hal baru. Wadah penggagas ide dan melakukan percobaan yang bersifat sosial layaknya suatu penelitian.

        Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, 6 juta km persegi laut dan lebih dari 91.000 km garis pantai. Sekitar 75% dari semua kehidupan laut yang dikenal dan 23% hutan mangrove global berada di perairan Indonesia. Sayangnya, Indonesia menempati urutan kedua di dunia (di belakang China) dalam produksi sampah plastik. Dari 8 juta ton plastik yang dibuang ke lautan di seluruh dunia setiap tahun, 16 % berasal dari Indonesia. Menurut Kementerian Kelautan, orang Indonesia mengonsumsi sejuta kantong plastik per menit. Dalam satu tahun, Indonesia sendiri telah menghasilkan 3,2 juta ton sampah plastik, dimana 1,29 juta berakhir di lautan dan menjadi puing laut yang mengganggu ekosistem laut.  

Puing-puing laut didefinisikan sebagai “produk bahan padat” yang dibuang dan dibiarkan di lingkungan laut dan pesisir. Tiga perempat dari semua sampah laut adalah plastik. Polusi plastik yang terakumulasi berdampak buruk terhadap satwa liar dan habitatnya serta terhadap manusia. Ketika sampah seperti kantong plastik rusak, mereka menyerap dan melepaskan racun yang kemudian mencemari tanah dan air. Organisme kemudian dapat menelan bahan kimia berbahaya ini, masuk ke dalam rantai makanan dan pada akhirnya ke meja makan kita melalui proses akumulasi biologis. Zat kimia ini sangat berbahaya dan beracun sehingga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan kita dengan gejala termasuk gangguan endokrin dan kanker yang menyebabkan mutasi.

“We know that when we protect our oceans we’re protecting our future.” – Bill Clinton

        Besarnya produksi sampah per harinya membuat banyak satwa laut menderita dan mati akibat perilaku kita yang tidak bertanggung jawab, kasus seperti paus, kura-kura dan berbagai spesies laut yang menderita dan mati karena menelan sampah plastik sudah sangat sering terjadi. Apabila hal ini terus berlangsung hingga 5 atau 10 tahun ke depan maka besar kemungkinan spesies-spesies laut langka yang terekspos puing laut secara langsung ataupun tidak langsung punah oleh karena rusaknya rantai ekosistem.

         

"SEANGLE"

         Seangle, terbentuk pada tahun 2017 merupakan suatu projek yang dianugerahi sebagai Best Action Plan di IYMDS (Indonesia Youth Marine Debris Summit) 2017 yang diinisiasi oleh Diver Clean Action dan kini berkembang menjadi suatu Lab Inovatif yang dinisiasi oleh pemuda-pemudi yang berasal dari Pulau Sulawesi dan sekarang terdapat di beberapa daerah lain seperti : Semarang, Pontianak, Gorontalo, Palu dan Purwokerto. Dengan tujuan untuk melawan isu sampah laut dengan pendekatan inovatif dan berbasis pada prinsip social innovation lab untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang kompleks dan bersifat sosial dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial.

    Kami percaya bahwa permasalahan sampah di Indonesia bukanlah permasalahan yang dapat diatasi dengan pendekatan konvensional biasa yang sering dilakukan oleh organisasi konvensional pada umumnya. Pemecahan masalah yang bersifat programmatic atau planning-based project sudah tidak relevan dengan karakteristik permasalahan yang ada.  Layaknya seoarang ilmuwan di suatu laboratorium ilmiah yang mengembangkan dan menemukan suatu teknologi/formula yang berkontribusi dalam dunia sains dan membantu kehidupan manusia, Kami percaya laboratorium yang bekerja untuk mengatasi permasalahan yang bersifat sosial dengan menanamkan prinsip inovatif dan eksperimental (prototyping-based approach) adalah jawaban dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia yang sudah berakar pada aspek sosial. 

         Seangle bekerja dengan pendekatan eksperimental, gambar di atas menunjukkan prinsip utama seangle dalam mencoba memecahkan permasalahan sosial dengan beberapa siklus prototyping yang berlansung berulang kali sehingga anggota Seangle terlatih untuk menerapkan model “learning by doing à failing fast, evaluate and recover”. Dengan prinsip ini Seangle mendorong anggotanya untuk menjadi individu yang inovatif dan secara tidak langsung mengembangkan karakter kepemimpinan anggota dimana Seangle memberikan ruang sebesar-besarnya untuk anggotanya merancang dan mengembangkan ide dan pastinya terbuka terhadap kegagalan. Dengan begitu Seangle tidak hanya menjadi suatu medium untuk memecahkan permasalahan sosial namun berperan juga dalam mewadahi anggotanya menghasilkan ide (idea generator). Keterbukaan ini kami yakin dapat memunculkan solusi-solusi yang efektif dan berkenaan terhadap akar masalah.

Kirim Pesan Sekarang